6 Pilihan Kata Bermanfaat Yang Dapat Mengubah Pola Pikir & Perilaku
Bayangkan ini: dua orang teman sekelas, Tom dan Jerry, mempunyai tugas yang belum selesai namun harus dikumpulkan di akhir hari. Tom dan Jerry sama-sama berada di situasi yang sama tetapi mempunyai respon yang berbeda. Tom memilih untuk menggunakan kata-kata yang berkonotasi lebih positif yang cenderung tidak akan berdampak negatif pada dirinya sendiri. Di sisi lain, pilihan kata-kata yang Jerry ucapkan membuat dia merasa tertekan dan membatasi pemikirannya sendiri. Meskipun banyak orang cenderung mengatakan bahwa tekanan membantu mereka bekerja lebih cepat dan lebih baik, itu mungkin tidak berlaku untuk semua orang. Antara Tom dan Jerry, pendekatan manakah yang menurut kamu akan menghasilkan hasil yang lebih baik dalam tugas tersebut? Atau dapat menyelesaikan tugasnya sebelum tenggat waktu?
Mengucapkan sama dengan mempercayai
Kata-kata berkuasa. Kata-kata berperan besar dalam mengkomunikasikan perasaan seseorang dan juga mengungkapkan apa yang diyakini. Hal yang mungkin jarang diketahui adalah fakta bahwa kata-kata yang kita pilih dan gunakan, juga berperan besar dalam membentuk perasaan dan keyakinan kita. Ini pun dapat mempengaruhi perilaku serta cara kita melakukan sesuatu. Namun, apa alasan dibalik fenomena ini?
Tubuh setiap individu, dapat memahami dan memproses pikiran, perasaan,dan tentu saja keyakinan dari individu tersebut. Karena ini, saat seseorang mengucapkan kata-kata yang mendorong mereka untuk berpikir dan yakin bahwa mereka adalah seseorang yang tidak mampu, biokimia yang diproduksi tubuh mereka akan mewujudkan keyakinan tersebut (Rao et al., 2009). Ini dapat mendorong perubahan terhadap perilaku, contohnya dengan individu tersebut menjadi seseorang yang lebih pasif dan lebih mudah menyerah. Sebaliknya, kata-kata dengan konotasi lebih positif dan mendorong individu untuk percaya bahwa mereka mampu, dapat memperkuat area di lobus frontal seseorang dan meningkatkan fungsi kognitif otak (Borchard 2018). Fenomena ini juga dapat mendorong pusat otak yang bertanggung jawab atas motivasi dan dapat membangun ketahanan mental seseorang.
Karena ini, dalam situasi seperti yang dihadapi oleh Tom dan Jerry, Tom memiliki strategi/pendekatan yang lebih menguntungkan. Tom terus-menerus mengatakan afirmasi positif tentang dirinya, yang dapat mendorong otaknya untuk mempercayai serta menyebabkan tindakan yang selaras. Tidak hanya itu, dapat dilihat juga bahwa Tom mengadopsi ‘growth mindset’, dimana tantangan dan kegagalan menjadi batu loncatan yang mendorong refleksi diri dan bahkan pertumbuhan [Dweck 2008]. Sedangkan Jerry terlihat mengadopsi ‘fixed mindset’ yang mendorongnya untuk berpikir bahwa karakter, kecerdasan, dan kemampuan kreatif seseorang adalah pemberian statis yang tidak dapat diubah.
Setelah penjelasan diatas, pertanyaan mungkin muncul mengenai adanya cara atau bahkan kata-kata yang bisa kita adaptasi dalam hidup kita sendiri, agar kita sebagai individu dapat lebih seperti Tom dalam menghadapi situasi yang serupa? Berikut adalah 6 cara bermanfaat untuk mencapai tujuan tersebut:
1. Saat dihadapkan pada tantangan, coba menambahkan frasa sederhana “..tapi aku akan berusaha”.
Kuncinya ada pada kata ‘aku akan’. Bagian terbaik tentang menggunakan kata ‘Aku akan berusaha’’ adalah kamu tidak akan pernah gagal! Pikirkanlah, jika kamu “mencoba” dan berhasil, bagus! Tetapi jika kamu “mencoba” dan tidak berhasil, juga tidak apa karena kamu sudah BERUSAHA!
2. Ketika memperbuat kesalahan, daripada fokus terhadap hasil yang kurang sesuai dengan ekspektasimu, sudahkah kamu mencoba bertanya pada diri sendiri “Apa yang bisa dipelajari dari pengalaman ini?
Mengajukan pertanyaan ini kepada diri sendiri dapat membantu kamu untuk merefleksikan diri. Setelah kamu merefleksikan pengalaman tersebut, kamu dapat mengambil pelajaran itu sebagai bekal untuk mengembangkan diri lebih baik lagi kedepannya.
3. Ganti kalimat “Aku menyerah” dengan “Aku akan coba menggunakan strategi yang berbeda”
“Banyak Jalan Menuju Roma”. Daripada frustasi, yang dapat mendorong kamu untuk menyerah, ketika menghadapi situasi sulit hal yang terbaik untuk dipikirkan adalah cara-cara lain untuk menghadapi situasi tersebut. Ini juga akan membantu dalam peningkatan diri.
4. Daripada mengatakan “Rencana A tidak berhasil”, coba ucapkan, “Selalu ada rencana B, C, D, E, F…. ”
Orang sering berpikir selalu ada satu jalan mulus menuju sukses, tetapi itu belum tentu benar. Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk mencapai sesuatu pasti ]ada banyak cara yang berbeda untuk menggapainya. Tetapi tiap jalan pasti akan memiliki banyak hambatan yang berbeda pula. Jadi jika rencana awal kamu gagal, pilihlah jalan lain. Biarkan pikiranmu percaya bahwa kamu telah banyak mencoba untuk sukses hanya dengan memilih kata-kata yang tepat. Begitu kamu memilih untuk menggunakan konotasi negatif, pikiranmu mungkin akan berhenti bekerja di situ.
5. Kekuatan kata ‘belum’..
Misalkan kamu dihadapkan pada masalah aljabar yang tampaknya susah selesaikan dan tanggapan kamu adalah, “aku tidak bisa melakukan ini!”. Kali ini, coba tambahkan ‘belum‘ di akhir kalimat itu. Apakah kamu merasa lebih punya harapan? Itulah kekuatan kata ‘belum’. Mari kita pikirkan sejenak, salah satu definisi yang diberikan oleh Kamus Merriam Webster (2019) untuk kata ‘belum’ sampai sekarang, sejauh ini. Definisi tersebut menunjukkan harapan.
6. Ganti kalimat “Itu terlalu sulit” dengan “Ini mungkin membutuhkan waktu, aku akan tumbuh dan belajar seiring prosesnya”
Pernyataan tersebut dapat membantu memberimu ‘ruang untuk bernafas‘ yang sangat dibutuhkan saat seseorang merasa frustasi. Ini juga dapat membantu kamu untuk menyadari bahwa belajar adalah masalah proses dan bahwa hasil yang kamu akan capai di masa depan tidak selalu mencerminkan seberapa banyak hal yang telah kamu pelajari.
Kembali ke karakter fiksi yang mewakili populasi kita – Tom and Jerry – kita mulai memahami mengapa Tom dan pilihan bahasanya akan membantunya untuk sukses. ‘Efek plasebo’ dari bahasa yang kamu pilih mempunyai peran besar dalam cara kamu berpikir dan dalam menyesuaikan diri dengan pemicu stres yang dihadapi. Perbedaan dalam menggunakan kata ‘akan’ sebagai ganti dari kata ‘mencoba’ memiliki kemampuan untuk mengkondisikan pikiranmu menjadi berpikir bahwa “jika kami mencoba akan ada ruang untuk kesalahan”. Hal yang sama berlaku dengan menggunakan kata-kata yang akan menghalangi kemajuan, seperti mengatakan, “Saya tidak bisa melakukan ini”. Ingatlah bahwa cara kamu berbicara kepada diri sendiri adalah cara kamu berbicara kepada orang lain juga. Apakah kamu menggunakan kata-kata yang sama untuk mereka seperti yang kamu lakukan sendiri? Ambil langkah mundur dan renungkan. Selalu, pilih kata-kata kamu dengan hati-hati.
